ETALASE KACA ALUMUNIUM

Kerangka (Frame) Aluminium: Menggunakan profil aluminium (seperti tiang polos, tiang sirip, u-channel, atau hollow) sebagai struktur utama. Aluminium dipilih karena tahan karat, tidak dimakan rayap, dan memiliki bobot yang ringan.
Dinding & Rak Kaca: Menggunakan kaca (biasanya ketebalan 5{ mm} hingga 8{ mm} atau lebih, tergantung beban) untuk bagian ambalan/rak, samping, depan, dan pintu. Ini memberikan visibilitas 360^\circe terhadap produk yang dipajang.
Aksesori Pendukung: Dilengkapi dengan roda (untuk memudahkan mobilitas), kunci pengaman, slot pintu (geser atau ayun), serta terkadang dipasang lampu LED strip/sorot untuk mempercantik tampilan objek di dalamnya

PINTU KUSEN ALUMUNIUM

Kusen (Frame): Merupakan bingkai yang tertanam di dinding. Profil aluminium untuk kusen biasanya memiliki ukuran standar seperti 3 inci inci} \approx 7.6\ cm})atau 4 inci } 10 { cm}
Daun Pintu (Door Leaf): Rangka luar dari pintu itu sendiri yang memegang material pengisi (bisa berupa kaca, panel aluminium, atau spandrel).
Finishing (Pewarnaan): Umumnya menggunakan sistem Powder Coating (cat oven yang kuat dan tahan gores) atau Anodized (proses kimia yang mempertahankan tekstur logam metalik). Pilihan warna populer meliputi putih, hitam, cokelat, abu-abu (grey), hingga motif serat kayu.

KACA ALUMUNIUM

Kaca Polos (Clear Glass): Memberikan visibilitas maksimal dan pencahayaan penuh.
Kaca Es / Buram (Frosted Glass): Menjaga privasi karena tidak tembus pandang, namun cahaya tetap bisa masuk. Cocok untuk kamar mandi atau sekat ruang rapat.
Kaca Tempered: Kaca yang diperkuat melalui proses pemanasan ekstrem. Jika pecah, batuan kacanya akan berbentuk butiran kecil yang tidak tajam (sangat aman).
Kaca Laminated: Dua lembar kaca yang direkatkan oleh lapisan film (PVB). Jika pecah, serpihan kaca tetap menempel pada film sehingga tidak runtuh.
Double Glassing (IGU): Dua lapis kaca dengan rongga udara di tengahnya, berfungsi meredam suara bising dari luar dan menahan panas matahari secara maksimal.

KANOPI ALUMUNIUM

Kaca (Tempered/Laminated): Memberikan tampilan yang sangat mewah, bersih, dan membiarkan cahaya matahari masuk penuh (sangat cocok untuk teras atau drop-off area).
Polycarbonate / SolarTuff: Atap plastik premium yang ringan, punya perlindungan UV, dan tersedia dalam pilihan transparan atau semi-transparan.
Spandek / Trimdek: Atap gelombang yang sangat rapat dan teduh, cocok untuk area carport yang tidak membutuhkan cahaya matahari langsung.

PAGAR ALUMUNIUM

Profil Rangka (Frame): Menggunakan pipa kotak (hollow) aluminium tebal sebagai bingkai luar pintu pagar atau tiang pancang.
Jalusi / Spandrel / Kisi-kisi (Infill): Bagian pengisi tengah pagar. Bisa berbentuk garis-garis vertikal/horizontal (kisi-kisi), plat aluminium solid (untuk privasi penuh), atau kombinasi dengan material lain seperti Wood Plastic Composite (WPC) untuk kesan natural.
Aksesori dan Sistem Penggerak: Dilengkapi dengan engsel heavy-duty, roda pagar (untuk model geser), kunci berpengaman khusus, hingga motor listrik jika ingin diubah menjadi pagar otomatis (remote gate).

PINTU GARASI ALUMNIUM

1. Pintu Garasi Lipat (Folding Garage Door)
Daun-daun pintu aluminium disusun berjejer dan saling terhubung dengan engsel khusus. Saat dibuka, daun pintu akan melipat ke samping dan bertumpuk di ujung kanan, kiri, atau kedua sisi dinding garasi. Model ini memberikan bukaan ruang yang sangat maksimal.
2. Pintu Garasi Tikung / Geser Berbelok (Sliding Curve Door)
Sistem pintu di mana daun-daun pintunya digeser ke samping memanfaatkan rel atas dan bawah. Uniknya, saat mendekati sudut ruangan, pintu akan berbelok mengikuti lekukan dinding samping garasi. Model ini sangat menghemat tempat karena daun pintu “disimpan” sejajar dengan dinding samping dalam garasi.
3. Pintu Garasi Gulung Otomatis (Sectional / Rolling Door)
Sectional Door: Terdiri dari beberapa panel horizontal aluminium berukuran besar yang terhubung, yang bergerak ke atas mengikuti rel hingga sejajar dengan plafon garasi saat dibuka.
Rolling Door Aluminium: Menggunakan slat aluminium yang lebih kecil dan akan menggulung ke dalam kotak shutter di bagian atas pintu. Kedua model ini sangat cocok untuk rumah dengan keterbatasan lahan atau karport yang pendek.

KITCHEN SET ALUMUNIUM

Kabinet Bawah (Base Cabinets): Ini adalah fondasi dari kitchen set yang diletakkan di lantai. Mereka menopang meja dapur (countertop) dan menyediakan penyimpanan berat seperti panci, wajan, dan peralatan elektronik dapur. Kabinet bawah sering kali juga menampung kompor built-in dan wastafel.
Kabinet Atas (Upper Cabinets): Kabinet ini dipasang di dinding di atas meja dapur. Mereka digunakan untuk penyimpanan barang-barang yang lebih ringan dan sering digunakan, seperti piring, gelas, mangkuk, dan bahan makanan. Kabinet atas juga dapat menampung range hood atau microwave di antara unit-unitnya.
Meja Dapur (Countertop): Ini adalah permukaan kerja mendatar yang dipasang di atas kabinet bawah. Bahan countertop sangat bervariasi, mulai dari granit, marmer, hingga material buatan seperti solid surface atau quartz. Di atas countertop inilah aktivitas persiapan makanan (memotong, mengaduk) dan area kompor/wastafel berada.

Powered by Joinchat